Selasa, 21 Oktober 2014

metodologi pembelajaran pai



BAB I
PEMBAHASAN
A.     Metode Pembelajaran
1.      Pengertian Metode Pembelajaran
Istilah metode berasal dari bahasa Yunani ”metodos”. Kata ini terdiri dari dua suku kata yaitu :metha” yang berarti melalui atau melewati, dan “hodos” yang berarti jalan atau cara.Metode berarti suatu jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan.Dalam bahasa Arab metode disebut “thoriqot”.
Sehingga dapat dipahami bahwa metode adalah suatu cara yang harus dilalui untuk menyajikan bahan pelajaran agar tercapai tujuan pendidikan.

2.      Klasifikasi Metode Pembelajaran
Secara garis besar metode mengajar dapat diklasifikasikan menjadi 2 bagian yaitu :
a.       Metode mengajar konvensional.
b.      Metode mengajar inkonvensional.

Metode mengajar konvensional yaitu metode mengajar yang lazim dipakai oleh guru atau sering disebut metode tradisional. Sedangkan metode mengajar inkonvensional yaitu suatu tehnik mengajar yang baru berkembang dan belum lazim digunakan secara umum, seperti metode mengajar dengan modul, pengajaran berprogam, pengajaran unit, machine program, masih merupakan metode yang baru dikembangkan dan diterapkan di beberapa sekolah tertentu yang mempunyai peralatan dan media yang lengkap serta guru-guru yang ahli menanganinya. Berikut beberapa metode-metode mengajar konvensional antara lain:
a.       Metode ceramah
Metode ceramah ialah sebuah bentuk interaksi edukatif melalui penerangan dan penuturan secara lisan oleh guru atau pendidik terhadap sekelompok pendengar (murid)
b.      Metode diskusi
Metode diskusi ialah sebuah bentuk interaksi edukatif yang mempelajari bahan atau penyampaian bahan pelajaran dengan jalan mendiskusikannya. Metode diskusi ini untuk merangsang murid berfikir dan mengemukakan pendapat sendiri, serta ikut memberikan sumbangan pikiran dalam satu masalah bersama yang terkandung banyak alternatif jawaban.
c.       Metode Tanya jawab
Metode tanya jawab ialah cara penyampaian pelajaran dengan jalan guru mengajukan pertanyaan dan murid memberikan jawaban.
d.      Metode demonstrasi dan eksperimen
Demonstrasi dan eksperimen merupakan metode interaksi edukatif yang sangat efektif dalam membantu murid untuk mengetahui proses pelaksanaan sesuatu, apa unsur yang terkandung di dalamnya, dan cara mana yang paling tepat dan sesuai, melalui pengamatan induktif.
e.       Metode resitasi/pekerjaan rumah
Metode pekerjaan rumah adalah metode interaksi edukatif, dimana murid diberi tugas khusus(sehubungan dengan bahan pelajaran) di luar jam-jam pelajaran. Dalam pelaksanaannya, murid-murid dapat mengerjakan tugasnya tidak hanya di rumah tetapi dapat dikerjakan juga di perpustakaan, laboratorium, ruang-ruang praktikum dan lain sebagainya untuk kemudian dipertanggung jawabkan kepada guru.
f.       Metode kerja kelompok
Metode kerja kelompok dalam proses belajar mengajar adalah kelompok kerja dari kumpulan beberapa individu yang bersifat paedagogis yang di dalamnya terdapat adanya hubungan timbal balik (kerja sama) antara individu serta saling percaya mempercayai.
g.      Metode sosio-drama dan bermain peranan
Metode sosio-drama adalah metode mengajar dengan mendemonstrasikan cara bertingkah laku dalam hubungan social sedangkan bermain peranan menekankan kenyataan dimana para murid diikutsertakan dalam memainkan peranan di dalam mendemonstrasiakan masalah-masalah social.
h.      Metode karyawisata
Melalui karyawisata sebagai metode interaksi edukatif, murid dibawah bimbingan guru mengunjungi tempat-tempat tertentu dengan tujuan untuk belajar.
i.        Metode drill/latihan siap
Metode latihan siap sebagai salah satu metode interaksi edukatif dalam pendidikan dan pengajaran dilaksanakan dengan jalan melatih anak-anak (murid) t5erhadap bahan –bahan pelajaran yang diberikan.
j.        Metode sistem regu
Metode sistem regu (team teaching) ini ialah metode mengajar dimana dua orang guru (atau lebih) bekerjasama mengajar sekelompok murid.

B.    Strategi Pembelajaran
1.      Pengertian Strategi Pembelajaran
Pengertian strategi biasanya berkaitan dengan taktik(terutama banyak dikenal dalam lingkungan militer).Taktik adalah segala cara dan daya untuk menghadapi sasaran tertentu dalam kondisi tertentu agar memperoleh hasil yang diharapkan secara maksimal. Dalam proses pendidikan, taktik tidak lazim digunakan, akan tetapi dipergunakan istilah metode atau tehnik.

2.   Pembagian Strategi
Berdasarkan kegiatan yang ditimbulkannya, strategi pembelajaran dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu :
a.        Strategi Pembelajaran yang Berpusat pada Peserta  Didik
Strategi yang berpusat pada peserta didik adalah kegiatan pembelajaran yang memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada peserta didik untuk terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran. Strategi ini menekankan bahwa peserta didik adalah pemegang peran dalam proses keseluruhan kegiatan pembelajaran, sedangkan pendidik berfungsi untuk    memfasilitasi peserta didik untuk melakukan kegiatan pembelajaran.

b.      Strategi Pembelajaran yang Berpusat pada Pendidik
Strategi pembelajaran yang berpusat pada pendidik adalah kegiatan pembelajaran yang menekankan terhadap pentingnya aktivitas pendidik dalam mengajar atau membelajarkan peserta didik, perencana, pelaksanaan dan penilaian proses serta hasil pembelajaran dilakukan dan dikendalikan oleh pendidik. Sedangkan peserta didik berperan sebagai pengikut kegiatan yang ditampilkan oleh pendidik.



3.      Macam-macam Strategi Pembelajaran
 Sebenarnya macam strategi itu ada banyak. Namun dalam hal ini akan dijelaskan 2 macam strategi saja yaitu :
1).      Strategi Pembelajaran PAIKEM
   Pengertian PAIKEM, secara bahasa dan istilah dapat dijelaskan secara singkat,ia merupakan singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan menyenangkan.
Istilah aktif,maksudnya pembelajaran adalah sebuah proses aktif membangun makna dan pemahaman dari informasi, imu pengetahuan maupun pengalaman oleh peserta didik sendiri.
Istilah inovatif,dimaksudkan dalam proses pembelajaran diharapkan ide-ide baru atau inovasi-inovasi positif yang lebih baik.
Istilah kreatif memiliki makna bahwa pembelajaran merupakan sebuah proses mengembangkan kreatifitas peserta didik, karena pada dasarnya setiap individu memilki imajinasi dan rasa ingin tahu yang tidak pernah berhenti.
Istilah efektif,berarti bahwa model pembelajaran apapun yang dipilih harus menjamin bahwa tujuan pembelajaran akan tercapai secara maksimal.
Sedangkan istilah menyenangkan dimaksudkan bahwa proses pembelajaran harus berlangsung dalam suasana yang menyenangkan dan mengesankan.

2).      Strategi Pembelajaran Kooperatif (SPK)
Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokkan atau tim kecil, yaitu antara empat sampai enam orang yang mempunyai latar belakang akademik, jenis kelamin, ras, atau suku yang berbeda (heterogen).Trategi pembelajaran kooperaif yang akhir-akhir ini menjadi perhatian dan di anjurkan para ahli pendidikan untuk digunakan.

4.      Komponen Strategi Pembelajaran
Dick dan Carey (1978) menyebutkan bahwa terdapat 5 komponen strategi pembelajaran, yaitu(1) kegiatan pembelajaran pendahuluan,(2) penyampaian informasi,(3) partisipasi peserta didik,(4) tes,(5) kegiatan lanjutan.
a.       Kegiatan Pembelajaran pendahuluan
Kegiatan pendahuluan sebagai bagian dari suatu sistem pembelajaran secara keseluruhan memegang peranan penting. Pada bagian ini guru diharapkan dapat menarik minat peserta didik atas materi pelajaran yang akan disampaikan.
b.      Penyampaian Informasi
Penyampaian informasi seringkali dianggap sebagai suatu kegiatan yang paling penting dalam proses pembelajaran, padahal bagian ini hanya merupakan salah satu komponen dari strategi pembelajaran.
c.       Partisipasi Peserta Didik
Bahwa proses pembelajaran akan lebih berhasil apabila peserta didik secara aktif melakukan latihan secara langsung dan relevan dengan tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan.
d.      Tes
Serangkaian tes umum yang digunakan oleh guru untuk mengetahui tujuan pembelajaran khusus telah tercapai atau belum dan pengetahuan sikap serta keterampilan telah benar-benar dimiliki oleh peserta didik atau belum.
e.       Kegiatan Lanjutan
Kegiatan yang dikenal dengan istilah follow up dari suatu hasil kegiatanyang telah dilakukan seringkali tidak dilaksanakan dengan baik oleh guru. Peserta didik seharusnya menerima tindak lanjut yang berbeda sebagai konsekuensi dari hasil belajar yang bervariasi tersebut.

5.      Kriteria Pemilihan Strategi Pembelajaran
Mager(1977:54) menyampaikan beberapa kriteria yang dapat digunakan dalam memilih strategi pembelajaran, yaitu sebagai berikut.:
a.       Berorientasi pada tujuan pembelajaran
b.      Pilih tehnik pembelajaran sesuai dengan keterampilan yang diharapkan dapat dimiliki saat bekerja nanti(dihubungkan dengan dunia kerja)
c.       Gunakan media pembelajaran yang sebanyak mungkin memberikan rangsangan pada indra peserta didik.
C. hubungan metode dan strategi pembelajaran
1.   Hubungan strategi dan metode pembelajaran
Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu.Dengan kata lain, strategi merupakan “a plan of operation achieving something” sedangkan metode adalah “a way in achieving something” (Wina Senjaya (2008)Selanjutnya metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan gaya pembelajaran. Teknik pembelajarandapat diartikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama.
Taktik pembelajaranmerupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki sense of humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang itu. Dalam gaya pembelajaran akan tampak keunikan atau kekhasan dari masing-masing guru, sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan tipe kepribadian dari guru yang bersangkutan
Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran.  Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru.Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.










BAB II
KESIMPULAN

Strategi pembelajaran adalah penerapan semua aspek yang berkaitan dengan pencapaian tujuan pembelajaran termasuk didalamnya adalah perencanaan, pelaksanaan dan terhadap proses, hasil dan pengaruh kegiatan pembelajaran. Berdasarkan kegiatan yang ditimbulkannya, strategi pembelajaran dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta  didik dan strategi yang berpusat pada pendidik. Sedangkan komponen strategi pembelajaran, yaitu(1) kegiatan pembelajaran pendahuluan,(2) penyampaian informasi,(3) partisipasi peserta didik,(4) tes,(5) kegiatan lanjutan. Strategi pembelajaran juga mempunyai kriteria-kriteria untuk memilihnya,
   Metode pembelajaran adalah suatu cara yang harus dilalui untuk menyajikan bahan pelajaran agar tercapai tujuan pendidikan. Secara garis besar metode mengajar dapat diklasifikasikan menjadi 2 bagian yaitu : Metode mengajar konvensional dan Metode mengajar inkonvensional.berdampak positif dalam pencapaian prestasi hasil belajar secara optimal. Meski dalam pembelajaran peran peserta didik sangat dominan, tetapi pendidik tetap saja menjadi penentu suksesnya suatu pembelajaran. Bahkan seringkali guru dijadikan salah satu personal yang bertanggung jawab terhadap pembelajaran. Walaupun sebenarnya keberhasilan pembelajaran di sisi lain juga dipengaruhi oleh strategi, metode, dan tehnik pembelajaran yang tertata dan teratur.














PENUTUP

Demikianlah makalah yang dapat pemakalah sampaikan. Pemakalah menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu saran dan kritik yang membangun sangat pemakalah harapkan demi kesempurnaan makalah ini.Semoga makalah ini berguna bagi kita semua. Terima kasih





















Senin, 05 Mei 2014

makalah field study



PEMBAHASAN
FIELD STUDY SEBAGAI METODE PEMBELAJARAN
A.   PENGERTIAN FIELD STUDY
Arikunto (1986) mengemukakan bahwa metode studi kasus sebagai salah satu jenis pendekatan deskriptif, adalah penelitian yang dilakukan secara intensif, terperinci dan mendalam terhadap suatu organisme (individu), lembaga atau gejala tertentu dengan daerah atau subjek yang sempit.
Menurut Nigel Bevan dan Tomer Sharon (2009) studi lapangan (Field study) adalah metode pembelajaran melalui pengumpulan data secara langsung dengan pengamatan, wawancara, mencatat, atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Pada proses berlnagsung pembelajar berada langsung di lapangan. Field study dirancang untuk memberikan peserta didik kesempatan untuk memeriksa permasalahannya di lapangan, mengevaluasi manfaat dari ide-ide yang disajikan dalam kelas, dan untuk mendidik siswa dalam melakukan observasi naturalistik dan penyelidikan. Peserta didik berpartisipasi dalam kegiatan yang sedang berlangsung. Studi lapangan juga menawarkan siswa kesempatan untuk proyek-proyek pengumpulan data, teori-pengujian, dan intervensi social.
Tujuan dilaksanakan field study antara lain peserta didik memperoleh pengalaman langsung dari obyek yang dilihatnya dan dapat turut menghayati tugas pekerjaan milik seseorang serta dapat bertanya jawab mungkin dengan jalan demikian mereka mampu memecahkan persoalan yang dihadapinya dalam pelajaran, ataupun pengetahuan umum. Selain itu peserta didik dapat melihat, mendengar, meneliti dan mencoba apa yang dihadapinya,agar nantinya dapat mengambil kesimpulan, dan sekaligus dalam waktu yang sama ia bisa mempelajari beberapa mata pelajaran.
Penelitian case study atau penelitian lapangan (field study) dimaksudkan untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang masalah keadaan dan posisi suatu peristiwa yang sedang berlangsung saat ini, serta interaksi lingkungan unit sosial tertentu yang bersifat apa adanya (given). Subjek penelitian berupa individu, kelompok, institusi atau masyarakat. Penelitian case study merupakan studi mendalam mengenai unit sosial tertentu dan hasil penelitian tersebut memberikan gambaran luas serta mendalam mengenai unit sosial tertentu. Subjek yang diteliti relatif terbatas, namun variabel-variabel dan fokus yang diteliti sangat luas dimensinya (Danim,2002).
Studi kasus bisa berarti metode atau strategi dalam penelitian, bisa juga berarti hasil dari suatu penelitian sebuah kasus tertentu.Dalam konteks tulisan ini, penulis lebih memfokuskan pada pengertian yang pertama yaitu sebagai metode penelitian. Studi kasus adalah suatu pendekatan untuk mempelajari, menerangkan, atau menginterpretasikan suatu kasus dalam konteksnya secara natural tanpa adanya intervensi pihak luar. Pada intinya studi ini berusaha untuk menyoroti suatu keputusan atau seperangkat keputusan, mengapa keputusan itu diambil, bagaimana diterapkan dan apakah hasilnya. (Salim, 2001).
Menurut Nigel Bevan dan Tomer Sharon (2009) studi lapangan (Field study) adalah metode pembelajaran melalui pengumpulan data secara langsung dengan pengamatan, wawancara, mencatat, atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Pada proses berlnagsung pembelajar berada langsung di lapangan.Field studydirancang untuk memberikan peserta didik kesempatan untuk memeriksa permasalahannya di lapangan, mengevaluasi manfaat dari ide-ide yang disajikan dalam kelas, dan untuk mendidik siswa dalam melakukan observasi naturalistik dan penyelidikan. Peserta didik berpartisipasi dalam kegiatan yang sedang berlangsung.
Studi lapangan juga menawarkan siswa kesempatan untuk proyek-proyek pengumpulan data, teori-pengujian, dan intervensi sosial.
Penelitian Lapangan (field study) Sebenarnya Field study atau penelitian lapangan merupakan anak cabang dari metode eksperiment. Mudahnya field study merupakan kebalikan dari laboratorium eksperiment. Di mana perbedaannya? Sudah jelaskan bahwa lapangan bersifat terbuka dan laboratorium bersifat tertutup seperti yang telah kita ketahui bersama. Di dalam penelitian lapangan, kelompok eksperiment masih dapat berhubungan dengan faktor-faktor lain, termasuk didalamnya factor gangguan. Kelebihannya adalah kebalikan dari kekurangan di laboratorium eksperiment, yaitu penelitian ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan kekurangannya merupakan kebalikan dari kelebihan di laboratorium eksperiment, yaitu tidak fokusnya kepastian hubungan sebab akibat karena sulit mengatur factor gangguan didalamnya. Sebagai info tambahan. Apakah kalian tahu perbedaan anatara field study dengan case study?? Karena pada awalnya saya pikir mereka memiliki persamaan pengertian. Namun lebih lanjut mereka berbeda, maksudnya dari artinya saja sudah berbeda: Field Study ( Penelitian Lapangan ) dan Case study ( Penelitian kasus ). Tapi ternyata perbedaan lain yang salah satunya saya mengerti adalah: Bahwa penelitian eksperiment atau field study ( dalam hal ini ) satu variable peneliti mengarahkan perhatiannya hanya pada satu jenis tingkah laku dalam jumlah yang terbatas, sedangkan studi kasus merupakan penggambaran subjek penelitian dalam keseluruhan tingkah laku.

·         Studi lapangan
Dalam studi lapangan ini penelitian dilakukan dalam situasi alamiah akan tetapi didahului oleh semacam intervensi (campur tangan) dari pihak peneliti. Intervensi ini dimaksudkan agar fenomena yang dikehendaki oleh peneliti dapat segera tampak dan diamati. Dengan demikian terjadi semacam kendali atau kontrol terhadap situasi dilapangan.
Diantara metode penelitian yang dapat digolongkan sebagai penelitian lapangan itu ada tiga yaitu:
1.    Penelitian korelasional yang bertujuan untuk mengetahui keeratan hubungan diantara variabel- variabel yang diteliti tanpa melakukan suatu intervensi terhadap variasi variabel- variabel yang bersangkutan. Data yang diperoleh merupakan data alamiah seperti apa adanya. Contohnya pada penelitian mengenai hubungan antara kebiasaan merokok dengan besarnya peluang untuk menderita kanker paru-paru. Variabel kebiasaan merokok secara operasional didefinisikan sebagai rata-rata banyaknya rokok yang dihabiskan perhari atau perminggu, tentu datanya tidak dapat dimanipulasi karena pada masing-masing subyek penelitian data tersebut telah bervariasi secara alamiah.
2.    Penelitian longitudinal yang mempelajari perkembangan subyek sejalan dengan perjalanan waktu merupakan suatu bentuk penelitian lapangan dengan intervensi yang minimal dari pihak peneliti. Contohnya adalah penelitian yang mengenai efek eksposi jangka panjang tayangan TV terhadap perkembangan agresivitas anak. Dapat dibayangkan bahwa peneliti tidak akan mungkin mengatur sepenuhnya stimulasi lingkungan dalam kehidupan anak-anak yang menjadi subyek penelitiannya. Oleh karena itu akan banyak variabel yang tidak relevan ikut berpengaruh terhadap variabelyang diperhatikan oleh peneliti.
3.    eksperimentasi lapangan dilakukan dengan memberikan perlakuan tertentu terhadap suatu kelompok subyek dengan harapan munculnya fenomema atau gejala yang hendak dipelajari. Subyek penelitian sendiri tetap berada dalam situasi alamiah sehingga tidak mengubah reaksi alamiah yang mungkin timbul dari pihak subyek. Contohnya dalam penelitian mengenai efektivitas suatu bentuk kampaye dalam mengubah sikap sekelompok masyarakat terhadap suatu hal (misalkan mengenai pembangunan instalasi nuklir).
Ada beberapa unsur yang perlu diperhatikan dalam studi lapangan yaitu:
1.    Tempat penelitian berlangsung. Amati lingkunagn tempat penelitian berlangsung. Apa saja yang terdapat disana? Apa hal yang didapat dari tempat itu?
2.    Partisipan yang ada. Siapa saja yang ada ditempat itu, berapa orang yang ada disana dan apa peran- peran mereka? Apa hubungan antara orang- orang itu denagn kegiatan yang sedang diteliti.
3.    Kegiatan dan interaksi apa yang terjadi? Apa saja yang mereka kerjakan dan bicarakan? Bagaimana orang- orang disitu menanggapinya?
4.    Masalah waktu. Kapan dimulainya kegiatan? Berapa lama kegiatan itu berlangsung?
5.    Faktor- faktor yang tidak kentara. Apakah ada hal- hal yang tampak terlalu jelas tetapi cukup penting untuk diamati? Juga perhatikan apa yang tidak tampak disana, yang menurut peneliti biasanya ada atau sebaliknya ada.

·         Penelitian lapangan


http://bits.wikimedia.org/static-1.23wmf21/skins/common/images/magnify-clip.png
Salah satu tempat penelitian lapangan
Penelitian lapangan merupakan salah satu metode pengumpulandata dalam penelitian kualitatif yang tidak memerlukan pengetahuan mendalam akan literatur yang digunakan dan kemampuan tertentu dari pihak peneliti.[1][2] Penelitian lapangan biasa dilakukan untuk memutuskan ke arah mana penelitiannya berdasarkan konteks.[1] Penelitian lapangan biasa diadakan di luar ruangan.
B.   HAL-HAL YANG DILAKUKAN DALAM PENELITIAN LAPANGAN
Ketika peneliti melakukan penelitian lapangan, ada sejumlah hal yang perlu dipersiapkan:
• Mengamati kejadian sehari-hari yang biasa/tidak biasa dalam setting kehidupan sehari-hari.
• Terlibat langsung apakah orang yang diteliti.
• Memperoleh sudut pandang orang yang diteliti sekaligus mempertahankan perspektif analitis orang luar.
• Menggunakan beragam teknik dan keterampilansosial secara luwes.
• Menghimpun data berbentuk catatan rinci, bagan, peta, maupun gambar untuk keperluan deskripsi.
• Memandang gejala dalam konteks sosial.
• Mengembangkan empati dengan orang yang diteliti.
• Memperhatikan aspek-aspek kebudayaan.
• Tidak memaksakan sudut pandang sebagai orang luar.
• Mampu mengatasi stres, ketidakpastian, dan masalah-masalah etis.
C.   LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN LAPANGAN
Untuk mencapai keberhasilan dalam penelitian lapangan, seorang peneliti perlu mengembangkan langkah-langkah sebagai berikut:[4]
  1. Persiapan, mengkaji bahan pustaka, dan memperluas fokus perhatian.
  2. Memilih lokasi lapangan dan memperoleh akses untuk masuk dalam lokasi tersebut.
  3. Memulai di tempat penelitian dan menjalin hubungan sosial dengan orang yang diteliti.
  4. Memilih peran sosial.
  5. Mengumpulkan data di lapangan.
  6. Menganalisis data, mengembangkan, dan mengevaluasi hipotesa kerja.
  7. Memfokuskan pada aspek-aspek khusus dari setting yang diamati dan melakukan pengambilan sampel secara teoritis.
  8. Melakukan wawancara.
  9. Meninggalkan lokasi, menyelesaikan analisis, dan menulis laporan penelitian lapangan[
D.   JENIS-JENIS CATATAN LAPANGAN
• Jotted Notes
Merupakan catatan yang dibuat di tempat penelitian. Catatan ini ringkas dan hanya berisi kata-kata yang dapat mengingatkan memori di tempat kejadian.
• Catatan pengamatan langsung (Direct Observation Notes)
Merupakan catatan yang dibuat langsung setelah peneliti meninggalkan tempat kejadian. Catatan ini disusun secara kronologis berdasarkan tempat, waktu, dan urutan kejadian.
• Catatan interpretasi peneliti (Researcher Inference Notes)
Berisi interpretasi dari peneliti mengeani suatu kejadian tertentu.
• Catatan analitis
Menuliskan taktik, rencana, keputusan prosedural, serta kritik pribadi mengenai keputusan yang diabilnya sendiri.
• Catatan pribadi
Berisi catatan pribadi peneliti mengenai segala hal yang peneliti rasakan dalam mengadakan penelitian.
• Peta dan diagram
Berperan menggambarkan situasi di tempat kejadian dan memudahkan pembaca untuk memahaminya.
• Rekaman video dan suara
Sangat membantu peneliti untuk mengingat kembali suatu kejadian dan percakapan ketika tahap pengumpulan data.
• Catatan wawancara
Berisi catatan yang menerangkan kapan, siapa, bagaimana, dan isi dari pokok-pokok wawancara yang dibahas.

KESIMPULAN
Arikunto (1986) mengemukakan bahwa metode studi kasus sebagai salah satu jenis pendekatan deskriptif, adalah penelitian yang dilakukan secara intensif, terperinci dan mendalam terhadap suatu organisme (individu), lembaga atau gejala tertentu dengan daerah atau subjek yang sempit.
Menurut Nigel Bevan dan Tomer Sharon (2009) studi lapangan (Field study) adalah metode pembelajaran melalui pengumpulan data secara langsung dengan pengamatan, wawancara, mencatat, atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Pada proses berlnagsung pembelajar berada langsung di lapangan. Field study dirancang untuk memberikan peserta didik kesempatan untuk memeriksa permasalahannya di lapangan, mengevaluasi manfaat dari ide-ide yang disajikan dalam kelas, dan untuk mendidik siswa dalam melakukan observasi naturalistik dan penyelidikan. Peserta didik berpartisipasi dalam kegiatan yang sedang berlangsung. Studi lapangan juga menawarkan siswa kesempatan untuk proyek-proyek pengumpulan data, teori-pengujian, dan intervensi social.
Studi kasus bisa berarti metode atau strategi dalam penelitian, bisa juga berarti hasil dari suatu penelitian sebuah kasus tertentu.Dalam konteks tulisan ini, penulis lebih memfokuskan pada pengertian yang pertama yaitu sebagai metode penelitian. Studi kasus adalah suatu pendekatan untuk mempelajari, menerangkan, atau menginterpretasikan suatu kasus dalam konteksnya secara natural tanpa adanya intervensi pihak luar. Pada intinya studi ini berusaha untuk menyoroti suatu keputusan atau seperangkat keputusan, mengapa keputusan itu diambil, bagaimana diterapkan dan apakah hasilnya. (Salim, 2001).








Sumber: